Foto bersama setelah Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2023

Foto bersama setelah Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada hari Ahad, 1 Oktober 2023 di UPT SD Negeri Sumberjo.

SD NEGERI SUMBERJO RAIH JUARA UMUM II PADA MADSANEBA CHAMPIONSHIP (MADCHA) 2025

Foto Bersama Guru-guru UPT SD Negeri Sumberjo Sutojayan Blitar.

Kepala UPT SD Negeri Sumberjo saat upacara bendera

Kepala UPT SD Negeri Sumberjo, Bapak Rudi Hartono, S.Pd saat membacakan teks naskah Proklamasi dalam Upacara Bendera.

Kepala UPT SD Negeri Sumberjo menyerahkan hadiah pemenang lomba

Bapak Rudi Hartono, S.Pd saat Kepala UPT SD Negeri Sumberjo menyerahkan hadiah pemenang lomba pada acara Maulid Nabi Muhammad saw.

RUDI HARTONO, S.Pd

Bapak Rudi Hartono, S.Pd Kepala UPT SD Negeri Sumberjo Sutojayan Blitar.

Tampilkan postingan dengan label Artikel Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2026

Sambut Masa Depan Gemilang: Siswa Kelas 6 UPT SD Negeri Sumberjo Siap Taklukkan PSASP 2026!


SUTOJAYAN – Genderang semangat mulai bertabuh di koridor UPT SD Negeri Sumberjo. Memasuki penghujung tahun ajaran 2025/2026, para siswa kelas 6 kini bersiap menghadapi momen krusial dalam perjalanan akademik mereka: Penilaian Sumatif Akhir Satuan Pendidikan (PSASP).



            Bukan sekadar ujian biasa, PSASP merupakan jembatan emas bagi para siswa Fase C untuk mengukur sejauh mana kompetensi yang telah mereka serap selama enam tahun masa sekolah dasar. Kegiatan yang akan berlangsung mulai 11 hingga 19 Mei 2026 ini menjadi penentu penting dalam evaluasi pembelajaran dan pertimbangan kelulusan siswa.

            Pihak sekolah telah menjadwalkan pelaksanaan ujian setiap harinya mulai pukul 08.00 WIB tepat di lingkungan sekolah. Berbagai mata pelajaran utama akan diujikan, mulai dari Pendidikan Agama, Matematika, hingga Bahasa Jawa dan Koding & Kecerdasan Artifisial (KKA).

            Tujuan utama PSASP bukan hanya tentang deretan angka di atas kertas. Melalui asesmen ini, sekolah mengajak siswa untuk:

  • Menunjukkan Potensi Terbaik: Inilah saatnya membuktikan hasil kerja keras belajar selama ini.

  • Membangun Karakter: Kejujuran, kedisiplinan, dan rasa percaya diri menjadi nilai utama yang dijunjung tinggi selama ujian berlangsung.

  • Evaluasi Berkelanjutan: Hasil ujian akan menjadi bahan refleksi untuk peningkatan kualitas pendidikan di masa depan.

            Untuk seluruh siswa kelas 6 UPT SD Negeri Sumberjo, ingatlah bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Persiapkan diri dengan belajar yang tekun, jaga kesehatan, dan jangan lupa sertai setiap langkah dengan doa.

"Berusaha terbaik, berhasil gemilang! Kerjakan dengan jujur, percaya diri, dan penuh tanggung jawab."

Mari kita dukung putra-putri kita dalam menjalani PSASP 2026 ini. Bersama, kita wujudkan generasi yang berprestasi dan berkarakter menuju masa depan yang cerah.

Semangat Belajar, Raih Masa Depan Gemilang!


Share:

Siswa Kelas 6 SD Bersiap Hadapi PSAJ 2026 yang Digelar Mulai 4 Mei 2026


 



SUTOJAYAN – Seluruh siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) dijadwalkan akan menempuh Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) Tahun Ajaran 2025/2026. Berdasarkan informasi resmi yang dirilis melalui jadwal pelaksanaan, rangkaian ujian ini akan berlangsung selama sepekan, mulai dari tanggal 4 hingga 9 Mei 2026.

Pelaksanaan PSAJ ini merupakan tahap krusial bagi siswa tingkat akhir untuk mengukur capaian belajar mereka selama di jenjang sekolah dasar. Setiap harinya, siswa akan menghadapi dua mata pelajaran yang diujikan secara bergantian dengan sesi waktu yang telah ditetapkan.

                    Pihak sekolah mengimbau kepada seluruh orang tua untuk memastikan putra-putrinya menjaga kondisi kesehatan dan mengatur waktu belajar dengan efektif di rumah. Siswa diharapkan hadir tepat waktu sebelum pukul 07.30 WIB agar dapat mengikuti ujian dengan tenang dan fokus.

Dengan semangat "Semangat Belajar, Raih Prestasi Terbaik!", diharapkan pelaksanaan PSAJ tahun ini dapat berjalan lancar dengan hasil yang memuaskan bagi seluruh siswa, sebagai bekal menuju jenjang pendidikan menengah.


Share:

Jumat, 06 Maret 2026

Pondok Ramadan 1447 H UPT SD Negeri Sumberjo Ditutup dengan Kegiatan Penuh Makna

 



Sumberjo, Blitar – Kegiatan Pondok Ramadan 1447 Hijriah di UPT SD Negeri Sumberjo resmi ditutup dengan suasana penuh kebersamaan dan makna. Selama beberapa hari di bulan suci Ramadan, para siswa mengikuti berbagai kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk memperkuat iman, menanamkan akhlak mulia, serta meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti dengan penuh antusias oleh para siswa. Dengan mengenakan busana muslim yang rapi, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, praktik ibadah, serta pembelajaran tentang akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, para guru memberikan bimbingan dan motivasi agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia. Suasana belajar yang hangat dan penuh kekeluargaan membuat para siswa terlihat nyaman dan semangat mengikuti setiap kegiatan.

Kepala sekolah dan para guru berharap kegiatan Pondok Ramadan ini dapat menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami nilai-nilai Islam sejak dini, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak baik.

Selain itu, kegiatan Pondok Ramadan juga menjadi salah satu wujud komitmen UPT SD Negeri Sumberjo dalam membentuk pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter. Sekolah tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral kepada para siswa.

Antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa pembelajaran yang dikemas secara menarik mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi mereka. Para siswa terlihat aktif berdiskusi, membaca Al-Qur’an, serta mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh para guru.

Dengan berakhirnya kegiatan Pondok Ramadan 1447 H ini, diharapkan semangat beribadah dan nilai-nilai kebaikan yang telah dipelajari dapat terus diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat.

UPT SD Negeri Sumberjo terus berkomitmen menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa sekolah ini terus dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat yang tepat untuk mendidik generasi masa depan.

Melalui berbagai program pendidikan yang inovatif, lingkungan belajar yang nyaman, serta dukungan dari para guru yang berdedikasi, UPT SD Negeri Sumberjo siap menjadi pilihan terbaik bagi orang tua dalam memberikan pendidikan yang berkualitas bagi putra-putrinya.


Share:

Rabu, 10 Desember 2025

Asesmen dalam Kurikulum Merdeka: Pendekatan Baru untuk Pembelajaran yang Lebih Bermakna

 

Asesmen dalam Kurikulum Merdeka: Pendekatan Baru untuk Pembelajaran yang Lebih Bermakna

Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya pemerintah untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih fleksibel, berpihak pada peserta didik, dan mendorong tercapainya profil Pelajar Pancasila. Salah satu komponen penting yang mengalami penyegaran adalah sistem asesmen, yang tidak lagi sekadar mengukur nilai angka, tetapi lebih menekankan pemahaman mendalam terhadap perkembangan kompetensi siswa.



1. Asesmen dalam Kurikulum Merdeka: Fokus pada Proses, Bukan Hanya Hasil

Dalam Kurikulum Merdeka, asesmen tidak ditempatkan sebagai kegiatan akhir setelah pembelajaran selesai. Sebaliknya, asesmen menjadi bagian dari proses belajar itu sendiri. Artinya, guru dapat melakukan penilaian secara terus-menerus untuk melihat perkembangan siswa dari waktu ke waktu.

Tiga fungsi utama asesmen dalam Kurikulum Merdeka meliputi:

a. Asesmen Diagnostik

Dilakukan sebelum pembelajaran dimulai, asesmen ini bertujuan memetakan kemampuan awal, minat, serta kebutuhan belajar siswa. Melalui asesmen diagnostik, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan karakteristik siswa.

b. Asesmen Formatif

Asesmen formatif dilakukan selama proses pembelajaran untuk memonitor pemahaman siswa. Guru bisa menggunakan berbagai cara seperti kuis singkat, diskusi, pengamatan, maupun tugas kreatif. Hasil asesmen formatif membantu guru memperbaiki metode mengajar dan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa.

c. Asesmen Sumatif

Berfungsi untuk mengukur pencapaian akhir siswa setelah periode pembelajaran tertentu. Bentuknya dapat berupa penilaian harian, proyek, portofolio, maupun ujian akhir. Meski demikian, asesmen sumatif pada Kurikulum Merdeka tetap menekankan pada capaian kompetensi, bukan sekadar angka.

2. Penekanan pada Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa

Kurikulum Merdeka mendorong guru untuk menggunakan asesmen sebagai alat untuk memahami murid, bukan menghukum atau membandingkan mereka. Setiap anak memiliki cara belajar, minat, dan ritme perkembangan yang berbeda. Oleh karena itu, asesmen didesain lebih fleksibel agar mampu menangkap perkembangan siswa secara menyeluruh.

Guru diberikan kewenangan untuk menentukan teknik asesmen yang paling relevan, seperti:

  • Portofolio karya siswa

  • Proyek individu atau kelompok

  • Penilaian praktik

  • Observasi dan catatan anekdot

  • Jurnal refleksi

  • Tes tulis ketika diperlukan

Kebebasan ini membuat guru dapat mengevaluasi tidak hanya aspek kognitif, tetapi juga keterampilan sosial, karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.

3. Penguatan Umpan Balik (Feedback) yang Bermakna

Salah satu prinsip penting asesmen pada Kurikulum Merdeka adalah umpan balik yang berkesinambungan. Umpan balik ini membantu siswa mengetahui apa yang sudah mereka kuasai dan apa yang perlu diperbaiki. Dengan demikian, siswa lebih terdorong untuk melakukan perbaikan diri dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Umpan balik juga bisa diberikan secara lisan, tulisan, maupun melalui diskusi langsung antara guru dan siswa. Bahkan orang tua dapat dilibatkan agar perkembangan siswa dapat dipantau bersama di rumah dan di sekolah.

4. Melibatkan Proyek sebagai Bagian dari Asesmen

Kurikulum Merdeka memperkenalkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai bagian penting dari pembelajaran. Proyek ini memiliki asesmen tersendiri dengan fokus pada nilai-nilai karakter, kolaborasi, serta kemampuan memecahkan masalah. Bentuk asesmennya bersifat kualitatif, efisien, dan menitikberatkan pada proses, bukan sekadar produk akhir.

5. Mengapa Asesmen pada Kurikulum Merdeka Dinilai Lebih Baik?

Beberapa keunggulan asesmen dalam Kurikulum Merdeka antara lain:

  • Lebih manusiawi dan tidak membebani siswa

  • Memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai potensinya

  • Menekankan kemampuan berpikir tingkat tinggi

  • Mendorong kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua

  • Menghasilkan data yang lebih komprehensif tentang perkembangan peserta didik

Kesimpulan

Asesmen pada Kurikulum Merdeka bukan hanya alat ukur, melainkan strategi untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, komprehensif, dan berfokus pada perkembangan peserta didik, Kurikulum Merdeka diharapkan mampu melahirkan generasi yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Share:

Senin, 27 Oktober 2025

Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025: “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”

Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025: “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”




Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda, sebuah momentum bersejarah yang menandai bersatunya para pemuda dari berbagai daerah di Nusantara untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tahun 2025 ini menjadi peringatan ke-97 tahun Sumpah Pemuda, dengan tema nasional “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”

Tema tersebut menggambarkan semangat generasi muda Indonesia untuk terus bergerak maju, berinovasi, dan menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan zaman. Semangat ini pula yang dihidupkan oleh UPTD SD Negeri Sumberjo melalui pelaksanaan upacara bendera pada hari Selasa, 28 Oktober 2025 di halaman sekolah.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat nasionalisme, diikuti oleh seluruh warga sekolah — mulai dari kepala sekolah, guru, staf, hingga seluruh siswa-siswi. Dalam amanatnya, Kepala UPTD SD Negeri Sumberjo menekankan pentingnya meneladani semangat juang para pemuda 1928 yang telah mengesampingkan perbedaan suku, bahasa, dan daerah demi satu tujuan bersama: Indonesia yang bersatu dan merdeka.

Seusai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan kebersamaan yang dirancang untuk menumbuhkan rasa persaudaraan, kerja sama, dan persatuan antar siswa. Suasana keceriaan dan kekompakan tampak jelas di wajah para peserta, mencerminkan nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda yang tetap relevan hingga kini.

Sebagai refleksi sejarah, Sumpah Pemuda lahir dari Kongres Pemuda II yang diselenggarakan pada 27–28 Oktober 1928 di Jakarta. Dalam kongres tersebut, para pemuda dari berbagai organisasi dan daerah menyatukan tekad dan mengikrarkan tiga janji suci yang dikenal sebagai Teks Sumpah Pemuda:

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ikrar tersebut menjadi tonggak penting lahirnya semangat nasionalisme dan menjadi landasan kuat menuju kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, UPTD SD Negeri Sumberjo berharap semangat para pemuda 1928 dapat terus menginspirasi generasi muda masa kini untuk selalu bersatu, berprestasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Mari kita jaga semangat persatuan dan kebersamaan demi Indonesia yang semakin maju dan bermartabat.
Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97!
Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu! 🇮🇩

🖋️ UPTD SD Negeri Sumberjo – Menginspirasi, Mendidik, dan Menumbuhkan Semangat Kebangsaan Sejak Dini.

Share:

Minggu, 05 Oktober 2025

Selamat Hari Guru Sedunia 2025

Selamat Hari Guru Sedunia 2025

Diumumkan dengan sukacita, pada tanggal 5 Oktober 2025 kita memperingati Hari Guru Sedunia. Hari ini menjadi momen penting untuk menghargai jasa para guru yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mendidik dan membimbing generasi penerus bangsa.



Di UPT SD Negeri Sumberjo, guru bukan hanya pengajar, tetapi juga panutan dan pembimbing yang menanamkan nilai-nilai karakter, disiplin, dan kreativitas pada siswa. Dedikasi mereka yang tiada henti telah membantu membentuk fondasi masa depan anak-anak kita.

Peringatan Hari Guru Sedunia tahun ini mengingatkan kita semua akan pentingnya pendidikan berkualitas dan peran guru dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan global.

Kepada seluruh guru, baik di sekolah kami maupun di seluruh Indonesia, kami ucapkan “Selamat Hari Guru Sedunia 2025!” Terima kasih atas kesabaran, semangat, dan dedikasi yang selalu diberikan. Semoga semangat mengajar dan mendidik terus menginspirasi anak-anak kita untuk meraih cita-cita mereka.

Mari bersama-sama kita terus mendukung guru-guru kita dalam misi mulia ini, karena masa depan bangsa sangat bergantung pada tangan-tangan yang sabar dan penuh kasih ini.

Share:

Perbedaan Sistem Penilaian Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka

 

Perbedaan Sistem Penilaian Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka



Penilaian hasil belajar peserta didik merupakan bagian penting dalam proses pendidikan. Melalui penilaian, guru dapat mengetahui sejauh mana capaian kompetensi siswa, memberikan umpan balik, sekaligus melakukan perbaikan pembelajaran. Seiring perubahan kurikulum di Indonesia, sistem penilaian juga mengalami penyesuaian.

Jika dalam Kurikulum 2013 (K13) dikenal istilah Penilaian Harian (PH), Penilaian Tengah Semester (PTS), dan Penilaian Akhir Semester (PAS), maka dalam Kurikulum Merdeka istilah-istilah tersebut sudah tidak digunakan lagi.


Sistem Penilaian pada Kurikulum 2013

Dalam Kurikulum 2013, guru wajib melaksanakan penilaian yang meliputi:

  1. Penilaian Harian (PH) → dilaksanakan setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD).

  2. Penilaian Tengah Semester (PTS) → dilaksanakan di pertengahan semester.

  3. Penilaian Akhir Semester (PAS) → dilaksanakan di akhir semester.

  4. Penilaian Akhir Tahun (PAT) → mencakup seluruh KD di semester 2 (atau gabungan semester 1 dan 2).

Bentuk penilaian dalam K13 lebih banyak berupa tes tertulis, meskipun tetap dimungkinkan dalam bentuk praktik, proyek, maupun penugasan.


Sistem Penilaian pada Kurikulum Merdeka

Dalam Kurikulum Merdeka, penilaian disederhanakan menjadi dua kategori utama:

  1. Penilaian Formatif

    • Dilaksanakan sepanjang proses pembelajaran.

    • Bentuknya bisa observasi, kuis, penugasan, portofolio, maupun proyek.

    • Tujuannya memberikan umpan balik agar siswa dapat memperbaiki proses belajar.

  2. Penilaian Sumatif

    • Dilaksanakan di akhir suatu unit/topik, fase, atau semester.

    • Bentuknya fleksibel: bisa tes tertulis, proyek, produk, maupun unjuk kerja.

    • Tujuannya untuk mengetahui capaian belajar siswa sebagai dasar pengisian rapor.

Dengan demikian, dalam Kurikulum Merdeka tidak ada kewajiban PTS dan PAS. Sekolah tetap boleh mengadakan Sumatif Tengah Semester dan Sumatif Akhir Semester, tetapi bentuk dan waktunya lebih fleksibel sesuai kebutuhan.


Perbandingan Singkat

Aspek Kurikulum 2013 Kurikulum Merdeka
Penilaian Harian Ada (PH), tes tiap KD Diganti dengan penilaian formatif
Tengah Semester PTS wajib Bisa dilakukan dalam bentuk Sumatif Tengah Semester, tidak wajib
Akhir Semester PAS wajib Bisa dilakukan sebagai Sumatif Akhir Semester
Akhir Tahun PAT Diganti dengan penilaian sumatif akhir fase
Fokus Hasil belajar (output) Proses & hasil belajar (growth & outcome)
Bentuk Penilaian Dominan tes tertulis Lebih variatif: tes, proyek, portofolio, produk, unjuk kerja

Dasar Hukum dan Rujukan Terbaru

  1. Permendikbudristek No. 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

  2. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka (2022), Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP).

  3. Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan.

  4. Permendikdasmen No. 12 Tahun 2025 tentang Standar Isi.

  5. Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 tentang perubahan atas Permendikbud No. 12 Tahun 2024 mengenai Kurikulum pada PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK.

  6. Permendikdasmen No. 15 Tahun 2025 tentang pencabutan beberapa aturan lama yang tidak relevan dengan Kurikulum Merdeka.

Perubahan sistem penilaian dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka menunjukkan adanya pergeseran paradigma dari sekadar mengejar hasil akhir menjadi fokus pada pertumbuhan dan proses belajar siswa. Guru dan sekolah diberikan fleksibilitas dalam menentukan bentuk dan waktu penilaian, selama tetap berorientasi pada capaian kompetensi yang diatur dalam standar terbaru.

Dengan pemahaman ini, diharapkan guru, siswa, dan orang tua dapat lebih siap menghadapi perubahan kurikulum dan bersama-sama menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna.


Share:

Rabu, 01 Oktober 2025

Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini untuk Membentuk Generasi Berakhlak Mulia

 

Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini untuk Membentuk Generasi Berakhlak Mulia

Pendidikan di era modern tidak cukup hanya menekankan pada pengetahuan akademik. Lebih dari itu, pendidikan juga harus membentuk karakter anak sejak dini agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu hidup bermasyarakat dengan baik. Karakter ibarat pondasi utama yang akan menentukan bagaimana anak melangkah di masa depan.

Usia anak adalah masa emas untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan. Pada tahap ini, anak cenderung mudah meniru dan mencontoh perilaku orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah, diperkuat di sekolah, serta diteladankan di lingkungan masyarakat.


Peran Tiga Lingkungan Pendidikan

  1. Keluarga
    Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Orang tua menjadi teladan utama dalam pembentukan karakter. Kebiasaan sehari-hari di rumah, seperti berdoa sebelum makan, membuang sampah pada tempatnya, mandi teratur, merapikan tempat tidur, hingga menepati janji, adalah dasar yang akan membentuk disiplin dan tanggung jawab anak.

  2. Sekolah
    Di sekolah, guru melanjutkan dan memperkuat pendidikan karakter melalui pembiasaan positif. Anak-anak dilatih untuk disiplin waktu, belajar dengan tekun, berbahasa halus, menghormati guru, menghargai teman, serta menjaga kebersihan kelas. Keteladanan guru dalam bersikap juga sangat penting karena anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat.

  3. Masyarakat
    Lingkungan sekitar juga memberi pengaruh besar. Masyarakat yang tertib, ramah, dan menjunjung gotong royong menjadi contoh nyata bagaimana anak seharusnya hidup bermasyarakat. Misalnya, membiasakan antri dengan tertib di tempat umum akan melatih kesabaran dan kedisiplinan anak.


Pembiasaan Positif Sehari-hari

Pendidikan karakter sejak dini dapat ditanamkan melalui kegiatan sederhana sehari-hari yang dilakukan secara konsisten, antara lain:

  • Menjalankan ajaran agama dengan rajin beribadah dan berdoa.

  • Menghormati orang tua, guru, serta orang yang lebih tua.

  • Menggunakan bahasa yang halus dan sopan.

  • Membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan.

  • Merapikan tempat tidur setelah bangun.

  • Mandi secara teratur dan menjaga kebersihan diri.

  • Menepati janji dan berkata jujur.

  • Disiplin waktu: belajar tepat waktu, datang ke sekolah tidak terlambat, serta istirahat cukup.

  • Antri dengan tertib di sekolah, kantin, maupun tempat umum.

  • Bermain secukupnya, tidak berlebihan.

  • Menjaga tutur kata agar tidak menyakiti orang lain.

Meskipun sederhana, kebiasaan-kebiasaan ini bila dibiasakan setiap hari akan membentuk karakter yang kuat, tertanam dalam diri anak, dan terbawa hingga dewasa.

Mengapa Pendidikan Karakter Penting?

Anak yang memiliki karakter baik akan lebih mudah diterima dalam lingkungan sosial, lebih bertanggung jawab dalam belajar, serta lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Karakter juga menjadi modal utama untuk meraih keberhasilan, karena kecerdasan tanpa akhlak tidak akan cukup membawa seseorang pada kebaikan hidup.

Dengan pendidikan karakter, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, santun, jujur, disiplin, beriman, dan peduli terhadap sesama.

Pendidikan karakter sejak dini adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga. Dengan kerjasama keluarga, sekolah, dan masyarakat, anak-anak dapat dibentuk menjadi pribadi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia.

Mari kita biasakan hal-hal kecil seperti disiplin, antri, menepati janji, menjaga kebersihan, sopan santun, dan religius, karena dari kebiasaan kecil inilah lahir generasi bangsa yang kuat dan bermartabat.

Share:

Memperingati Hari Batik Nasional 2025: Batik, Warisan Budaya Bangsa yang Mendunia

Memperingati Hari Batik Nasional 2025: Batik, Warisan Budaya Bangsa yang Mendunia

Setiap tanggal 2 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa bangga sekaligus tanggung jawab dalam melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa. Tahun 2025 ini, peringatan Hari Batik kembali menjadi pengingat bahwa batik bukan hanya kain bermotif indah, melainkan juga sarat makna, simbol identitas, dan bagian dari sejarah panjang perjalanan Indonesia.



Sejarah Hari Batik Nasional

Hari Batik Nasional ditetapkan berdasarkan pengakuan UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009, ketika batik resmi dimasukkan ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan. Pengakuan ini merupakan bukti bahwa batik diakui dunia sebagai bagian penting dari kebudayaan Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan.

Sejak saat itu, pemerintah menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, dan masyarakat Indonesia diajak untuk mengenakan batik sebagai bentuk penghormatan serta kebanggaan terhadap warisan leluhur.

Filosofi dan Keindahan Batik

Batik Indonesia memiliki ragam motif dan corak yang berbeda-beda di setiap daerah. Setiap motif mengandung makna filosofis, doa, dan harapan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Misalnya, motif Parang yang melambangkan kekuatan dan keberanian, atau motif Kawung yang mencerminkan kebijaksanaan serta keadilan.

Dengan keragaman motifnya, batik menjadi simbol persatuan dalam keberagaman, sejalan dengan semboyan bangsa kita, Bhinneka Tunggal Ika.

Hari Batik Nasional di Sekolah

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2025, sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, termasuk UPT SD Negeri Sumberjo, mengajak seluruh guru dan siswa untuk mengenakan batik. Tidak hanya sekadar memakai, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya mencintai dan melestarikan batik sejak dini.

Melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan tematik, siswa diajak mengenal sejarah batik, jenis-jenis motif batik, hingga proses pembuatannya. Dengan demikian, peringatan Hari Batik bukan hanya menjadi kegiatan rutin, melainkan juga sarana edukasi dan penanaman nilai budaya bangsa.

Batik dan Generasi Muda

Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian batik. Dengan kecintaan mereka terhadap batik, warisan ini akan terus hidup dan berkembang, bahkan bisa dikreasikan menjadi karya-karya modern tanpa kehilangan nilai tradisinya. Batik tidak hanya digunakan dalam acara formal, tetapi kini juga hadir dalam desain pakaian sehari-hari, aksesoris, hingga produk kreatif yang digemari anak muda.

Ajakan untuk Warga Sekolah

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya bangsa, UPT SD Negeri Sumberjo mengajak seluruh warga sekolah — baik guru, staf, maupun siswa — untuk bersama-sama mengenakan pakaian batik pada Hari Batik Nasional, Rabu, 2 Oktober 2025.

Mari kita jadikan momentum ini sebagai wujud kecintaan kita terhadap budaya bangsa sekaligus sarana untuk menumbuhkan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia. Dengan mengenakan batik, kita tidak hanya memperingati sebuah hari besar, tetapi juga menegaskan identitas kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang kaya budaya dan diakui dunia.

Penutup

Hari Batik Nasional 2025 adalah momentum untuk mempertegas jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar, kaya akan budaya, dan diakui dunia. Mari kita jadikan batik bukan sekadar busana, tetapi juga kebanggaan bersama yang terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada anak cucu kita.

Dengan mengenakan batik pada Hari Batik Nasional, kita bukan hanya sekadar mengenakan kain bermotif, tetapi juga sedang mengenakan identitas, sejarah, dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Share:

Senin, 29 September 2025

UPT SD Negeri Sumberjo Peringati Peristiwa G30S/PKI sebagai Pengingat Sejarah Bangsa

UPT SD Negeri Sumberjo Peringati Peristiwa G30S/PKI sebagai Pengingat Sejarah Bangsa

Sumberjo – Pada hari Selasa, 30 September 2025, UPT SD Negeri Sumberjo melaksanakan kegiatan peringatan peristiwa G30S/PKI. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang sejarah kelam bangsa sekaligus menanamkan nilai kewaspadaan, persatuan, dan cinta tanah air kepada seluruh siswa.

Dalam kegiatan tersebut, guru memberikan penjelasan tentang kronologi peristiwa G30S/PKI, bagaimana ideologi yang salah dapat mengancam persatuan bangsa, serta pentingnya Pancasila sebagai dasar negara yang harus selalu dijaga. Melalui tayangan edukatif dan diskusi bersama, siswa diajak untuk memahami bahwa tragedi tersebut bukan sekadar sejarah, tetapi juga sebuah pelajaran agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh paham yang menyimpang dari nilai-nilai kebangsaan.



Kepala sekolah, Bapak Rudi Hartono, menyampaikan bahwa peringatan G30S/PKI ini merupakan sarana pendidikan karakter. “Anak-anak perlu memahami bahwa kemerdekaan dan persatuan bangsa ini tidak datang begitu saja, melainkan hasil perjuangan para pahlawan. Tugas kita adalah menjaga persatuan itu dengan selalu mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dengan adanya peringatan ini, diharapkan seluruh siswa UPT SD Negeri Sumberjo semakin memiliki kesadaran untuk mencintai tanah air, menghormati jasa pahlawan, serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.


📌 Ikuti terus informasi kegiatan sekolah melalui:

Share:

Minggu, 28 September 2025

Pelaksanaan Supervisi Guru SD oleh Kepala Sekolah dan Unduh Instrumennya

 

Pelaksanaan Supervisi Guru SD oleh Kepala Sekolah

(dengan fokus pada Pembelajaran Mendalam — revisi Kurikulum Merdeka)

DOWNLOAD INSTRUMEN SUPERVISI DEEPLEARNING




Ringkasan singkat: artikel ini menjelaskan kerangka, prinsip, langkah praktis, dan contoh instrumen supervisi yang dapat dipakai kepala sekolah SD untuk membina guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) sesuai arah kebijakan Kurikulum Merdeka dan perubahan regulasi terbaru. Referensi kebijakan dan sumber teknis disertakan di tiap bagian penting. Scribd+3Sistem Informasi Kurikulum Nasional+3JDIH Kemdikbud+3


1. Landasan kebijakan singkat

Kurikulum Merdeka yang direvisi menempatkan Pembelajaran Mendalam sebagai pendekatan utama—mendorong pemahaman utuh, keterkaitan antar konsep, berpikir kritis, kreativitas, dan penerapan pada konteks nyata. Regulasi terbaru memperkuat arah ini dan mendorong satuan pendidikan menyiapkan pendidik dan pimpinan untuk membangun budaya pembelajaran yang mendalam. Sistem Informasi Kurikulum Nasional+1

2. Tujuan supervisi kepala sekolah (dalam konteks Pembelajaran Mendalam)

  • Meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang menumbuhkan pemahaman mendalam peserta didik. Sistem Informasi Kurikulum Nasional

  • Membina guru secara kolaboratif (coaching, mentoring) — bukan sekadar menilai. Scribd

  • Menyelaraskan praktik pembelajaran di kelas dengan capaian pembelajaran dan alokasi waktu untuk pembelajaran mendalam. BBPMP Jawa Tengah

3. Prinsip supervisi yang direkomendasikan

  1. Berorientasi pada pembelajaran murid — fokus bukan hanya kegiatan guru, tapi pada proses berpikir dan produk belajar siswa. Sistem Informasi Kurikulum Nasional

  2. Formatif dan kolaboratif — supervisi sebagai bimbingan berkelanjutan (coaching cycle) bukan hukuman. Scribd

  3. Kontekstual dan berbasis bukti — observasi kelas, dokumen perencanaan, produk siswa, dan refleksi guru. Scribd

  4. Fokus pada praktik Pembelajaran Mendalam — inquiry, problem-based learning, proyek interdisipliner, refleksi metakognitif. Sistem Informasi Kurikulum Nasional

4. Siklus supervisi praktis (langkah demi langkah)

  1. Perencanaan supervisi

    • Kepala sekolah menyusun rencana supervisi tahunan/semester berdasarkan kebutuhan (hasil asesmen, observasi sebelumnya, program sekolah).

    • Tetapkan prioritas: mis. penerapan pembelajaran mendalam 10% jam untuk proyek/interdisipliner, penguatan asesmen autentik. BBPMP Jawa Tengah

  2. Persiapan bersama guru

    • Koordinasi: kepala sekolah dan guru menyepakati fokus observasi (mis. keterlibatan siswa, pertanyaan tinggi-kognitif, penggunaan tugas autentik).

    • Minta guru mengirim RPP/modul ajar, tugas/proyek, dan target capaian.

  3. Observasi kelas terstruktur

    • Lakukan observasi langsung (atau rekaman bila perlu) menggunakan instrumen yang memuat indikator pembelajaran mendalam: perencanaan berpijak pada capaian, aktivitas berpikir tingkat tinggi, interaksi, penggunaan sumber belajar, asesmen formatif, dan refleksi siswa. Scribd

  4. Umpan balik (dialog profesional)

    • Berikan umpan balik yang spesifik, berbasis bukti (contoh: “pada menit 15 terlihat 3 siswa mengajukan hipotesis — bagus; untuk memperdalam, coba minta tiap kelompok menjelaskan alasan hipotesisnya dengan data dari eksperimen kecil”).

    • Gunakan pendekatan tanya-kurikulum: ajak guru refleksi, bukan menggurui.

  5. Tindak lanjut & pendampingan

    • Susun rencana tindak lanjut: pelatihan mini, lesson study, co-planning, atau modelling.

    • Jadwalkan observasi ulang atau pembimbingan berkala.

  6. Dokumentasi & evaluasi

    • Simpan hasil observasi, catatan umpan balik, rencana tindak lanjut, dan bukti peningkatan (produk siswa, rekaman, RPP revisi).

    • Gunakan data untuk perencanaan pengembangan profesional sekolah.

(Siklus ini berulang dan bersifat berkelanjutan — inti supervisi di Kurikulum Merdeka adalah pembinaan bukan hanya penilaian administratif.) Scribd+1

5. Contoh instrumen supervisi singkat (indikator fokus Pembelajaran Mendalam)

Perencanaan & kesiapan

Pelaksanaan di kelas

  • Kegiatan mendorong siswa bertanya, merancang, memecahkan masalah, dan merefleksi.

  • Interaksi guru–siswa bersifat fasilitatif (mendorong diskusi, berpikir kritis).

  • Ada unsur interdisipliner atau aplikasi konteks nyata (jika relevan). Sistem Informasi Kurikulum Nasional+1

Asesmen & produk siswa

  • Penilaian autentik: rubrik jelas, tugas menilai pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan.

  • Bukti belajar: portofolio, produk, presentasi, catatan reflektif siswa. Scribd

Refleksi & tindak lanjut guru

  • Guru melakukan refleksi tertulis/ lisan tentang apa yang berhasil dan yang perlu diperbaiki.

  • Ada rencana perbaikan/ pengayaan pasca-observasi.

(Dokumen instrumen yang lebih lengkap bisa diadaptasi dari contoh instrumen supervisi pembelajaran mendalam yang beredar dan disesuaikan konteks SD.) Scribd

6. Contoh rubrik sederhana (skala 1–4) — untuk keperluan observasi cepat

  • 4 (Sangat baik): Siswa aktif berpikir kritis, tugas menuntut pemahaman mendalam; guru memfasilitasi diskusi berjenjang; asesmen autentik berjalan.

  • 3 (Baik): Banyak indikator pembelajaran mendalam terpenuhi, perlu penguatan pada asesmen atau tugas interdisipliner.

  • 2 (Cukup): Aktivitas cenderung ritual; ada beberapa unsur berpikir tingkat tinggi tetapi belum konsisten.

  • 1 (Perlu pembinaan): Pembelajaran masih berfokus pada hafalan/penjelasan satu arah; butuh pendampingan intensif.
    Gunakan rubrik ini sebagai alat komunikasi yang jelas saat memberi umpan balik. Scribd

7. Peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran

  • Fasilitator pengembangan profesional: menyediakan waktu, sumber daya, dan akses pelatihan untuk guru menerapkan pembelajaran mendalam. BBPMP Jawa Tengah

  • Model dan agen perubahan: menunjukkan praktik pembelajaran dan mendukung eksperimen pedagogis yang aman.

  • Penghubung kebijakan dan praktik: menerjemahkan regulasi (Permendikdasmen/arah Kurikulum Merdeka) ke dalam rencana sekolah yang nyata. JDIH Kemdikbud

8. Rekomendasi praktis cepat untuk kepala sekolah SD

  1. Mulai dari prioritas kecil: pilih 1–2 guru atau 1 kelas sebagai pilot untuk model pembelajaran mendalam.

  2. Sediakan lesson study / sharing rutin: guru saling observasi dan berdiskusi untuk perbaikan.

  3. Integrasikan 10% jam untuk pembelajaran mendalam (sesuai pedoman implementasi di beberapa sumber) untuk proyek kecil/interdisipliner. BBPMP Jawa Tengah

  4. Gunakan data siswa sebagai bukti: praktik supervisi harus terlihat pengaruhnya pada produk dan capaian siswa.

  5. Dokumentasikan proses agar bisa digunakan sebagai bukti perkembangan dan bahan pengembangan sekolah.

9. Penutup

Supervisi yang efektif dalam era Kurikulum Merdeka berarti perubahan dari kontrol administratif menjadi pembinaan profesional yang menjejaki kualitas pembelajaran siswa — khususnya pembelajaran mendalam. Kepala sekolah berperan sentral: merencanakan, memfasilitasi, memberi umpan balik yang membangun, dan memastikan tindak lanjut berkelanjutan. Dengan siklus supervisi yang kolaboratif dan instrumen yang fokus pada indikator deep learning, SD dapat membangun praktik pembelajaran yang bermakna dan tahan lama. Sistem Informasi Kurikulum Nasional+2Scribd+2


Referensi utama yang dipakai (pilihan)

Share:

Fanspage FB

Diberdayakan oleh Blogger.

Adsense

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Pages